Wednesday, April 11, 2012

Warga Nias Utara Turun Gunung


TEMPO.CO, Medan - Sejak gempai 8,5 skala Richter melanda Sumatera, Rabu 11 April 2012 pukul 15.38 WIB, ratusan warga di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, mengungsi ke pegunungan. Mereka khawatir dengan ancaman tsunami. Apalagi permukiman warga di Kecamatan Lahewa sangat berdekatan dengan Pelabuhan Lahewa. 

Ketakutan warga Lahewa terutama mereka berdomisili di Kelurahan Pasar Lahewa, cukup beralasan. Pada 2005, pemukiman mereka diterjang tsunami dengan ketinggian air satu meter lebih.

Camat Lahewa Kornelis Jaluchu membantah terjadinya tsunami di wilayahnya. "Dari tadi siang tidak ada air surut," kata Kornelis yang dikonfirmasi Tempo melalui sambungan telepon, Rabu malam.

Kornelis memaklumi warganya mengungsi. "2005 kawasan kami terkena tsunami," ujar Kornelis.

Kelurahan Pasar Lahewa, berjarak 100 meter dari Pelabuhan Lahewa. "Sejak jam 7 malam tadi mereka sudah kembali ke rumah," kata Kornelis. Hanya saja, Kornelis melanjutkan, para warga masih tetap siaga. "Semua sepeda motor warga diparkir di halaman," ujarnya.

Warga juga terus memantau air laut. "Sudah menjadi kebiasaan bila gempa 5 sampai 10 warga berjaga di pelabuhan," katanya. Bila air surut, mereka akan memberitahukan warga agar mengungsi. Lokasi pengungsian, sebut Kornelis, 600 meter sampai 1 kilometer dari rumah mereka.

Gempa 8,5 SR yang berpusat di Simeulue di kedalaman 10 kilometer, tidak menyebabkan kerusakan di Lahewa. "Kerusakan dan korban jiwa sampai kini belum ada," kata Kornelis. (sumber)

Tuesday, February 22, 2011

Kapolda akan Proses KPUD Nias Utara


MEDAN – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), Inspektur Jenderal Oegroseno menyatakan, pihaknya siap memproses Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nias Utara, jika laporan tentang pelanggaran penyelenggaraan Pilkada Nias Utara pada 2 Februari 2011 lalu sudah disampaikan dan diterima.

“Ya, kita akan proses kalau ada pengaduan Panwasnya,” tegas jenderal bintang dua tersebut, melalui Kabid Humas, Komisaris Besar Hery Subiansauri, sore ini.

terkait dengan Pemilukada, maka yang berhak menyampaikan laporan ke pihak berwajib adalah panitia pengawas (Panwas). Karena itu, Polda Sumut akan memproses Ketua KPUD Nias Utara, apabila laporan sudah diterima.

Sebelumnya, Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kepulauan Nias mendesak Kapolda Sumut, Irjen Oegroseno menindak tegas Ketua KPUD Nias Utara, Imanuel Zebua terkait pelanggaran yang terjadi dalam penyelenggaraan Pilkada Nias Utara pada 2 Februari 2011.

Satu pelanggaran yang terberat adalah meloloskan Edward Zega, sebagai kandidat calon Bupati Nias Utara berpasangan dengan Fangato Lase. Pasangan ini diketahui sebagai pemenang Pilkada.

Menurut Sekretaris FKI-1 Kepulauan Nias Yason Hulu, Edward dan Imanuel telah bersekongkol melakukan tindak pidana kejahatan dalam bentuk pemalsuan data pada proses tahapan pelaksanaan pemilu. “Bila tidak (menindak tegas), berarti Kapoldasu telah sengaja membiarkan orang melakukan kejahatan,” kata Yason. (sumber)